April 2020 Terbaru Terviral
thumbnail

Contoh Analytical Exposition tentang Pentingnya Mencuci Tangan


Read

Selamat jumpa kembali dengan zooba.ID, kali ini zooba.ID akan memberikan contoh Analytical Exposition tentang Pentingnya Mencuci Tangan. The Importance of Washing Hands. Sebelumnya, sudah tahu khan ya, analytical exposition itu apa?

Analytical Exposition adalah jenis teks atau materi lisan dalam Bahasa Inggris yang digunakan untuk menjelaskan pandangan penulis mengenai suatu isu. Dengan kata lain, teks ini adalah teks argumentatif. Jenis teks ini sangat populer di kalangan akademika dan dapat ditemukan dalam buku-buku ilmiah, jurnal, majalah, artikel koran, pidato akademis, dan lain sebagainya. Tujuan dari teks ini hanya untuk membuat pembaca atau pendengar sadar akan suatu isu yang diangkat oleh penulis atau pembicara.

Dalam teks ini terdapat tiga bagian penting yang harus dimiliki, yaitu:
1. ThesisBerisi pendapat penulis atau pembicara terkait topik yang dipermasalahkan.

2. ArgumentsArguments berisi tentang pendapat-pendapat yang mendukung ide pokok. Semakin banyak pendapat yang dituliskan, maka sebuah Analytical Exposition Text semakin menarik karena pembaca atau pendengar cenderung percaya terhadap suatu peristiwa jika terdapat banyak pendapat yang mendukung di dalamnya.

3. Conclusion
Berisi tentang kesimpulan atau pernyataan ulang atas inti dari ide yang disampaikan.

Yuk sekarang kita ke contoh Analytical Exposition tentang Pentingnya Mencuci Tangan terutama terkait Pandemi Covid-19.

THE IMPORTANCE OF HAND WASHING

Respiratory viruses such as Coronavirus Disease or COVID-19 spread when mucus or droplets containing the virus enter the body through the eyes, nose or throat. The transmission of the virus often occurs through the hands. We often touch many objects and interact with many people. They can carry germs or virus. One of the cheapest, easiest and most important ways to prevent the spread of the virus is to wash your hands often with soap and water.

Our hands touch many objects and there may be germs on them. The contaminated hand then touches our eyes, nose, and mouth. After that we become sick. Objects in public places may have germs on it. So we must realize that after touching objects we must wash our hands.

We interact with many people. Maybe they carry germs in their hands when shaking hands with us. Even though we don't touch contaminated objects, we touch that person's hand. So we must be aware to wash our hands before and after interacting with others.

There is another trend which is hand washing with hand sanitizer. Do you know, how much is the hand sanitizer right now? Although it is equally effective, it should be done when we do not find water. Washing hands for 20-30 seconds with running water and soap will be easier and cheaper.

So, washing hands is important because we can be contaminated at any time by germs. Keep washing your hands with soap will be cheaper and easier to do. That way we can keep the health of ourselves and the people around us, especially in the COVID-19 pandemic.

ARTINYA:
PENTINGNYA MENCUCI TANGAN

Virus pernapasan seperti Coronavirus Disease atau COVID-19 menyebar ketika lendir atau tetesan yang mengandung virus memasuki tubuh melalui mata, hidung atau tenggorokan. Penularan virus sering terjadi melalui tangan. Kami sering menyentuh banyak objek dan berinteraksi dengan banyak orang. Mereka dapat membawa kuman atau virus. Salah satu cara termurah, termudah dan paling penting untuk mencegah penyebaran virus adalah mencuci tangan sesering mungkin dengan sabun dan air.

Tangan kita menyentuh banyak benda dan mungkin ada kuman di sana. Tangan yang terkontaminasi kemudian menyentuh mata, hidung, dan mulut kita. Setelah itu kita menjadi sakit. Objek di tempat umum mungkin memiliki kuman di atasnya. Jadi kita harus menyadari bahwa setelah menyentuh benda kita harus mencuci tangan.

Kami berinteraksi dengan banyak orang. Mungkin mereka membawa kuman di tangan mereka saat berjabat tangan dengan kami. Meskipun kita tidak menyentuh benda yang terkontaminasi, kita menyentuh tangan orang itu. Jadi kita harus sadar untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah berinteraksi dengan orang lain.

Ada tren lain yaitu mencuci tangan dengan pembersih tangan. Tahukah Anda, berapa pembersih tangan saat ini? Meskipun sama-sama efektif, itu harus dilakukan ketika kita tidak menemukan air. Mencuci tangan selama 20-30 detik dengan air mengalir dan sabun akan lebih mudah dan lebih murah.

Jadi, mencuci tangan itu penting karena kita bisa terkontaminasi setiap saat oleh kuman. Terus mencuci tangan dengan sabun akan lebih murah dan lebih mudah dilakukan. Dengan begitu kita dapat menjaga kesehatan diri kita dan orang-orang di sekitar kita, terutama dalam pandemi COVID-19.

Demikian contoh Analytical Exposition tentang Pentingnya Mencuci Tangan terkait Pandemi Corona atau Covid-19. Semoga bermanfaat.

thumbnail

Contoh Factual Report tentang Virus


Read

Salam jumpa dengan zooba.ID, kali ini zooba.ID akan memposting materi Bahasa Inggris Factual Report tentang Virus. Factual report adalah sebuah teks yang mendeskripsikan sesuatu berdasarkan fakta atau terdiri dari facta fakta,bukan sebuah teks yang terdiri dari teori teori atau pendapat pribadi.

Social function dari report text adalah untuk menyajikan informasi tentang sesuatu secara umum kepada pembaca. Secara umum, report text menggambarkan hal-hal yang berkenaan dengan fenomena alam , buatan manusia dan sosial di lingkungan kita , seperti : mamalia , planet-planet , batu , tanaman , negara-negara dan kota, budaya , transportasi , dan sebagainya. Dan report text bersifat ilmiah karena menyajikan fakta-fakta sebagai hasil penelitian atau observasi.

Generic Structure
General Classification
berisi pernyataan umum tentang subject yang dibicarakan atau dibahas.

Description
merupakan bagian yang memberikan gambaran secara detail mengenai subject yang dibahas pada bagian general classification.

Berikut contoh Factual Report tentang Virus

VIRUS
A virus is a microscopic parasite that can infect living organisms and cause disease. It can make copies of itself inside another organism's cells. Viruses consist of nucleic acid and a protein coat. Viruses are able to cause many types of diseases, such as polio, ebola and hepatitis. 

Viruses reproduce by getting their nucleic acid strand into a prokaryote or eukaryote (cell). The RNA or DNA strand then takes over the cell machinery to reproduce copies of itself and the protein coat. The cell then bursts open, spreading the newly created viruses. All viruses reproduce this way, and there are no free-living viruses. Viruses are so much smaller than bacteria. They were not visible until the invention of the electron microscope.
Viruses are everywhere in the environment, and all organisms can be infected by them. Viruses can remain intact for a long time, and will infect cells when the time and conditions are right. Certain viruses are transmitted through close contact between people. So, avoid viruses transmission by using face mask and doing physical distancing.

Artinya:
VIRUS
Virus adalah parasit mikroskopis yang dapat menginfeksi organisme hidup dan menyebabkan penyakit. Itu dapat membuat salinan dirinya di dalam sel organisme lain. Virus terdiri dari asam nukleat dan mantel protein. Virus dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit, seperti polio, ebola, dan hepatitis.
Virus bereproduksi dengan memasukkan untai asam nukleatnya ke prokariota atau eukariota (sel). Untai RNA atau DNA kemudian mengambil alih mesin sel untuk mereproduksi salinan dirinya dan mantel protein. Sel kemudian meledak terbuka, menyebarkan virus yang baru dibuat. Semua virus mereproduksi dengan cara ini, dan tidak ada virus yang hidup bebas. Virus jauh lebih kecil daripada bakteri. Mereka tidak terlihat sampai penemuan mikroskop elektron.
Virus ada di mana-mana di lingkungan, dan semua organisme dapat terinfeksi olehnya. Virus dapat tetap utuh untuk waktu yang lama, dan akan menginfeksi sel ketika waktu dan kondisinya tepat. Virus tertentu ditularkan melalui kontak dekat antara orang-orang. Jadi, hindari penularan virus dengan menggunakan masker wajah dan lakukan jarak fisik.

Demikian postingan tentang materi Bahasa Inggris Factual Report tentang Virus. Semoga membantu.
thumbnail

KM Online - KeNUan - Kamis, 9 April 2020


Read
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sebelum belajar, marilah kita berdoa terlebih dahulu ...


Hari ini kita ada pada sesi pembelajaran online Ke-NU-an. Siswa diharapkan untuk mengikuti langkah-langkah berikut:
1. Membaca materi pelajaran
2. Menjawab pertanyaan dan mengirimkan jawaban (akan dihitung juga sebagai absensi)
Selamat mengikuti.

A. BACALAH MATERI BERIKUT INI

MALAM NISFU SYA'BAN

Sya’ban berarti bulan penuh berkah dan kebaikan. Pada bulan ini Allah membuka pintu rahmat dan ampunan seluas-luasnya. Karenanya, dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sunah seperti puasa sunah. Hal ini sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Sebuah hadits mengatakan bahwa Nabi SAW lebih sering puasa sunah di bulan Sya’ban dibandingkan pada bulan lainnya, (HR Al-Bukhari). Selain puasa, menghidupkan malam sya’ban juga sangat dianjurkan khususnya malam nisfu Sya’ban (pertengahan bulan Sya’ban). Maksud menghidupkan malam di sini ialah memperbanyak ibadah dan melakukan amalan baik pada malam nisfu Sya’ban. Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki menegaskan bahwa terdapat banyak kemuliaan di malam nisfu Sya’ban; Allah SWT akan mengampuni dosa orang yang minta ampunan pada malam itu, mengasihi orang yang minta kasih, menjawab do’a orang yang meminta, melapangkan penderitaan orang susah, dan membebaskan sekelompok orang dari neraka.
Setidaknya terdapat tiga amalan yang dapat dilakukan pada malam nisfu Sya’ban. Tiga amalan ini disarikan dari kitab Madza fi Sya’ban karya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki.

Pertama, memperbanyak doa. Kedua, membaca sebanyak-banyaknya dua kalimat syahadat atau kalimat Lailâha illa-Llâh Muhammadan rasûlull-Llâh. Ketiga, memperbanyak istighfar karena tidak ada satu pun manusia yang bersih dari dosa dan salah. Itulah manusia.

Di banyak daerah di Indonesia, malam nisfu Sya‘ban menjadi momen yang ditunggu masyarakat. Mereka biasanya memanfaatkan waktu setelah shalat Maghrib untuk membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali. Aktivitas ini lazimnya diiringi dengan berdoa kepada Allah agar diberikan umur panjang, rezeki yang halal, wafat dalam keadaan husnul khatimah, atau lainnya. Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki dalam kitab yang sama memandang kegiatan tersebut sebagai hal yang positif. Menurutnya, ini adalah momen tepat untuk memperbanyak amal saleh dan memanjatkan doa kepada Allah subhanahu wata’ala, baik hajat dunia maupun hajat akhirat

Kata sya‘ban secara bahasa bisa bermakna cabang. Dinamakan demikian karena terdapat cabang-cabang kebaikan di dalamnya. Sebagian ulama berpendapat sya‘ban berasal dari syâ‘a bân yang bermakna terpancarnya keutamaan. Sebagian lain berkata ia dari kata as-syi‘bu, sebuah jalan di gunung sebagai analogi jalan menuju kebaikan puncak. Sementara sebagian ulama lagi berpandangan sya‘ban berasal dari kata as-sya‘bu yang berarti menambal.

Disarikan dari : https://www.nu.or.id/

TAKLID, TALFIQ dan ITIBAK

a. Taklid
Menurut asal usul katanya, istilah taqlid berasal dari qollada yuqollidu taqlidan yang berarti mengikuti , meniru pendapat seseorang. Ada sebagian ulama ahli bahasa menjelaskan bahwa istilah taqlid berasal dari “ qiladah “ yang berarti kalung atau rantai yang diikatkan.  Menurut istilah Taqlid ialah menerima atau mengikuti pendapat orang lain, sedangkan engkau  tidak mengetahui atas dasar apa berpedapat demikian.

 Taqlid bagi NU dengan pengertian yang telah didefinisikan di atas dan ditulis dalam berbagai kitab-kitab Syafi’iyyah adalah mengambil atau mengamalkan pendapat orang lain tanpa mengetahui dalil-dalil atau hujjahnya. Dalam hal ini Dr. Said Romadlan mengutip pendapat Imam Ibnul Qayyim yang disetejui oleh beberapa ulama sebagai berikut “ Telah lengkapnya kitab-kitab Assunnah saja belum cukup untuk dijadikan landasan fatwa, tetapi juga diperlukan adanya tingkat kemapuan istinbath dan keahlian berpikir, bagi yang tidak memiliki kemampuan tersebut, maka ia berkewajiban mengikuti firman Allah SWT yang terdapat dalam QS. An-Nahl ayat 43, yang berarti harus bertaqlid.”
Jadi taqlid dalam pandangan NU sebenarnya merupakan pengamalan ajaran agama Islam dengan cara mengikuti beberapa pendapat ulama ( Syafi’iyyah) yang proses pembelajarannya melalui silsilah sanad yang sampai pada pengarang kitab tersebut, yang dalam ilmu hadits disebut metode isnad.
Dalam ajaran Aswaja setiap orang mukalaf yang bukan mujtahid, maka ia diperkenankan untuk melakukan taqlid.

b. Talfiq
 Talfiq adalah beramal dalam suatu maslah menurut hukum yang merupakan gabungan dari dua madzhab atau lebih. Maksudnya, mengambil atau mengikuti hukum dari suatu peristiwa atau kejadian dengan mengambilnya dari berbagai madzhab.
Contoh yang mudah dipahami adalah tentang wudlu’, kita ambil urusan niat dan membasuh kepala :
1)      Menurut madzhab Hanafi, niat tidak wajib dan kepala harus diusap minimal seperempatnya.
2)      Menurut madzhab Syafi’I, niat wajib dan kepala harus diusap sebagia kecil, (sehelai rambutpun cukup)
3)      Menurut madzhab Maliki, niat wajib dan kepala harus diusap seluruhnya.
4)      Menurut madzhab Hambali, niat wajib dan kepala harus diusap seluruhnya.
Seandainya ada yang berwudlu’ tanpa niat (mengikuti madzhab Hanafi) dan hanya mengusap sehelai rambutnya (mengikuti madzhab Syafi’i) maka, melakukan wudlu’ secara demikian disebut Talfiq
Ulama ushul dan Ulama Fiqih berbeda pendapat tentang boleh dan tidaknya bertalfiq. Perbedaan ini bersumber dari masalah boleh dan tidaknya seseorang berpindah dari satu madzhab ke madzhab lain. Dalam masalah ini, mereka terbagi menjadi tiga kelompok :
Kelompok Pertama : berpendirian bahwa manakala seseorang telah memilih suatu madzhab harus berpegang pada madzhab yang telah dipilihnya. Seseorang tidak dibenarkan pindah secara keseluruhan atau sebagian (talfiq) kemadzhab lain. Kelompok ini dipelopori oleh Imam Qaffal.
Kelompok Kedua : Berpendirian bahwa orang yang telah memilih satu madzhab, Islam tidak melarang untuk pindah ke madzhab lain walaupun maksud berpindahnya itu untuk mencari ketenangan.
Ia dibenarkan mengambil dari tiap-tiap pendapat dari madzhab yang dipandangnya mudah dan ringan, selama tidak membawa kepada dosa. Hal ii sejalan dengan hadits riwayat Aisyah “ Sesungguhnya Rasulullah senang mempermudah umatnya “
Kelompok Ketiga : Berpendirian bahwa seseorang yang telah memilih satu madzhab dapa berpindah ke madzhab lain walaupun bermotivasi mencari kemudahan, dengan syarat bukan dalam kasus hukum (dalam kesatuan Qadlliyah) yang sepakat dibatalkan oleh imam madzhabnya yang semula dan imam mazdhab yang baru.

c. Itiba'
 Perkataan ittiba’ (dalam bahasa Arab ittiba’) berarti menuruti atau mengikuti, sedangkan menurut istilah pengertian ittiba’ adalah menerima perkataan orang lain dengan mengetahui sumber alas an perkataan tersebut atau mengkuti pendapat mujtahid dengan mengetahui dalil-dalinya.
Orang yan melakukan ittiba’ disebut Muttabi’ yakni orang yang tidak mampu berijtihad tetapi mengetahui dalil-dalil para mujtahid

 Ittiba’ ada dua macam, yaitu :
1)      Ittiba’ kepada Allah dan RasulNya
2)      Dan ittiba’ kepada selain Allah dan Rasul-Nya yaitu kepada ulama sebagai waratsatul anbiya’
Sesuai dengan jiwa Islam agar perbuatan seseorang itu betul-betul berjalan di atas rel yang benar, maka kita diperintahkan bahkan diwajibkan ittiba’ kepada Nabi,
Ittiba’ kepada ulama dengan mengerti alasan dan dalilnya yang jelas termasuk perbuatan yang utama, karena seseorang yang yang berittiba’ berarti ia menjalankan sesuatu dengan pengertian berpedoman kepada Sunnah Nabi.

Bagi orang yang sudah mampu untuk berijthad, maka wajib berijtihad. Jika belum sampai taraf itu tetapi mempunyai pengetahuan maka wajib berittiba'. Namun orang yang awam cukup bertaqlid pada kiai dan ustadz. Dengan kata lain, orang awam tidak dibebani repot-repot mencari dalil. Orang awam beragama di level terendah dengan cukup mengikuti apa kata kiai atau ustadz. Dalam organisasi NU, taklid kepada kyai diwujudkan dalam khidmat untuk mengikuti anjuran. Termasuk dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Akhir-akhir ini, banyak yang salah sangka bahwa kita lebih takut pada Virus Corona daripada kepada Allah. Banyak yang menyalahkan perbuatan seperti itu, termasuk pada anjuran-anjuran PBNU. Padahal, Rasulullah sendiri meminta kita untuk menjauhi penyakit berbahaya. Di antara penyakit menular yang berbahaya adalah hansen (dulu disebut kusta atau lepra). Di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam penyakit ini sudah dikenal. Penderita penyakit ini dapat dikenali dari lesi (area jaringan yang telah rusak karena cedera atau sakit) pada kulitnya sehingga bisa dilihat dari luar. Untuk mencegah dari terluar penyakit ini Rasulullah memerintahkan untuk menjauh dari si penderita. Atau dengan kata lain agar dilakukan isolasi terhadap penderita agar tidak menular kepada mereka yang sehat. Virus Corona ini lebih berbahaya daripada penyakit lepra. Jika penderita lepra dapat dilihat dari luar, maka penyakit Corona hanya dapat dipastikan lewat uji laboratorium sehingga tidak mudah dikenali. Umumnya orang yang terkena virus ini baru masuk ke rumah sakit pada hari ketujuh. Dari hari pertama hingga keempat orang-orang yang terkena penyakit ini masih bisa beraktivitas sebagaimana orang sehat karena memang pada masa inkubasi fase pertama ini mereka tidak merasakan sakit. Keadaan itulah yang menyulitkan untuk menentukan siapa di antara sekumpulan orang banyak, seperti jamaah shalat Jumat, yang sebenarnya telah terkena penyakit Corona. Apalagi sebagian besar dari mereka, termasuk pengurus masjid, bukanlah orang-orang yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan yang memungkinkan melakukan deteksi dini.

Ada lagi yang mencemooh anjuran untuk meniadakan sementara Sholat Jumat dan sebagai gantinya untuk sholat Dhuhur di rumah. fatwa ulama meniadakan shalat Jumat sebagaimana diuraikan di atas telah sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan kata lain fatwa itu dikeluarkan justru karena rasa takut mereka kepada Allah subhanahu wata’ala. Mereka sadar betul akan besarnya tanggung jawab di hadapan Allah atas kemaslahatan umat dengan lebih mendahulukan upaya menghindari kerusakan (mafsadat) daripada mencari kebaikan (mashalih). Jadi tidak benar para ulama itu telah menempatkan virus Corona (Covid-19) lebih tinggi di atas tuhannya. Na’udzu billahi min dzalik.

Sumber: diramu dari berbagai sumber, terutama www.nu.or.id

B. JAWABLAH SOAL BERIKUT, KEMUDIAN KLIK SUBMIT (AKAN DIGUNAKAN JUGA SEBAGAI ABSENSI)

Jawablah pertanyaan berikut, kemudian klik SUBMIT atau KIRIM sampai keluar tulisan "Tanggapan anda sudah direkam". Isikan nama, pilih kelas, jawab 2 pertanyaan. Jika pertanyaan tidak terlihat, silakan geser ke bawah.


Setelah itu, kamu bisa melihat apakah jawabanmu sudah masuk apa belum. Jika belum maka bisa dijawab ulang. Silakan periksa klik di SINI

Sampai jumpa,
Wallahulmuwafiq ilaa aqwamittariq
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
thumbnail

KBM Online - English - Selasa, 7 April 2020


Read

Good morning guys...
You must be fine today!

This is English online course for X and XI graders of SMK Nusantara 1 Comal Pemalang with your teacher Ubet Zubaidi.

The material today are:
Grade 10 = Simple Routine Tasks
Grade 11 = Factual Report

This is how you follow this online course:
1. Watch the video provided
2. Give comment/feedback to the video (if present)
3. Answer question and upload to me, here the tutorial: https://www.youtube.com/watch?v=SQNzLfJFKcs until Friday, 10th April.

So simple right?

GRADE 10 (SIMPLE ROUTINE TASKS)
1. Watch the material here: https://www.youtube.com/watch?v=4_YuW2kmYik

2. Answer the question here: https://forms.gle/NoK1TTh6RMBQjQvb8
3. Check your submission here: https://docs.google.com/spreadsheets/d/1_sJyx54xSHNMxZmKcyW2z4km2R9PdrMrKoJ3_wht3wc/edit?usp=sharing


GRADE 11 (FACTUAL REPORT)
1. Watch the material here: https://www.youtube.com/watch?v=pYD-Gl1ymao

2. Answer the question here: https://forms.gle/43FpMVJVCBgoBSUGA
3. Check your submission here: https://docs.google.com/spreadsheets/d/1IdfySQPy2ghnTgV2hWx-6IeWGUt1DJwduvGorTad8b8/edit?usp=sharing

See you ...