Apa itu Genre Based Approach (Pendekatan Berbasis Genre) dalam K13 Terbaru Terviral

Apa itu Genre Based Approach (Pendekatan Berbasis Genre) dalam K13

Dalam dunia pendidikan dan pengajaran, ada beragam pendekatan yang dapat diterapkan dalam pembelajaran. Pada akhir-akhir ini pendekatan dalam pembelajaran yang paling sering disebut adalah pendekatan saintifik atau pendekatan ilmiah. Namun selain pendekatan berbasis keilmuan ( Pendekatan Saintifik ), ada beberapa pendekatan lain yang dapat digunakan guru dalam proses pembelajaran, salah satu di antaranya adalah pendekatan berbasis genre (Genre Based Approach).


Apa dan bagaimana Pendekatan Berbasis Genre?

Genre Based Approach/GBA ini merupakan pendekatan pembelajaran yang membantu siswa lebih kompeten berbahasa, mampu berkomunikasi melalui penguasaan keterampilan berbahasa di antaranya dengan kegiatan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Jadi, untuk pembelajaran di kelas K-13 bisa menggunakan GBA ini ya. Berikut uraian kegiatan pembelajaran berbasis Genre/Teks (Roses dan Martin, 2012).

a. Building Knowledge of the Field (Membangun Konteks)

Tahap ini merupakan langkah-langkah awal yang dilakukan guru bersama siswa untuk mengarahkan pemikiran ke dalam pokok persoalan yang akan dibahas pada setiap pelajaran. Contoh : pembelajaran pada tahap membangun konteks untuk matapelajaran Bahasa Inggris, yaitu guru menyiapkan contoh-contoh teks report terkait teknologi yang akan dibahas, misalnya Electric Torch, Fan Ceiling, USB Flash Drive atau yang lainnya. Contoh teks dapat berupa teks otentik, teks modifikasi, teks adaptasi, teks buatan guru sendiri, atau teks yang diberikan oleh para ahli pendekatan genre-based yang relevan.

b. Modelling of the Text (Menelaah Model/Dekonstruksi teks)

Tahap ini berisi tentang pembahasan teks yang diberikan sebagai model pembelajaran. Pembahasan diarahkan pada semua aspek kebahasaan yang membentuk teks itu secara keseluruhan. Pada tahap ini dikembangkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui kegiatan membahas serta menjawab pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya tidak tertera dalam teks, seperti siapa penulisnya, kepada siapa pesan dalam teks ditujukan, di mana teks tersebut dapat ditemukan, dalam konteks apa teks itu dipakai, apakah setiap teks atau setiap pernyataan yang ada dalam teks relevan dengan kehidupan siswa, apakah setiap pernyataan yang ada dalam teks akan diterima oleh semua pembaca, apakah yang dikatakan dalam teks relevan dengan pengalaman siswa atau relevan dengan teks yang pernah dibaca sebelumnya oleh siswa terkait topik yang sama.

c. Join Construction of the Text (Latihan Terbimbing)

Pada tahapan ini, siswa berlatih menggunakan semua hal yang telah dipahaminya pada tahap sebelumnya. Siswa melewati tahap brainstorming, drafting, revising, editing, proofreading, dan publishing.

d. Independent Construction of the Text (Unjuk Kerja Mandiri)

Pada tahapan ini, siswa diberi kesempatan untuk menulis secara mandiri, dengan bimbingan guru yang minimal, hanya kalau diperlukan. Setelah menulis teks secara mandiri, siswa juga dapat melakukan refleksi terkait apa yang telah ditulis atau yang dilakukan, atau apa yang telah dipelajari selama pembelajaran, dan saat membandingkan teks yang mereka tulis dengan teks yang ditulis oleh temannya. Siswa juga dapat menceritakan kembali apa yang telah ditulisnya di depan kelas.


Sumber : Model-model Pembelajaran, Direktorat Pembinaan SMA , Dirjen Dikdasmen Kemendikbud , Tahun 2017

No comments:

Post a comment