Pengertian ISO, Shutter Speed, dan Istilah-Istilah Lain dalam Fotografi Terbaru Terviral

Pengertian ISO, Shutter Speed, dan Istilah-Istilah Lain dalam Fotografi

Fotografi (berasal dari kata Yunani yaitu "photos": cahaya dan "grafo": melukis/menulis) adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu objek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.

Segitiga Eksposure dalam Fotografi
Ada tiga hal utama yang harus kamu pahami jika ingin terjun ke dunia fotografi, yaitu ISO, kecepatan rana dan aperture. Ketiganya saling berhubungan dan saling mempengaruhi dan membentuk segitiga yang dinamakan segitiga eksposure. Yuk bahas satu-persatu!
Aperture
Aperture adalah bukaan lensa sehingga cahaya dapat masuk ke kamera. Aperture diukur dalam f-stops, yang merupakan rasio dari panjang fokus dibagi dengan ukuran pembukaan.
Semakin kecil f-stops, maka semakin lebar bukaan lensa. Bukaan f/1.4 lebih lebar dari f/2.8 atau f/4 misalnya.
Efek yang dihasilkan dari bukaan tertentu yaitu kedalaman bidang (depth of field). Bukaan lensa yang lebar seperti f/1.4 menyebabkan kedalaman bidang lebih kecil, sehingga latar belakang menjadi lebih buram (blur). Bukaan yang lebih sempit seperti f/5.6 akan membuat titik fokus lebih banyak, dan efek buram berkurang.

Shutter Speed (kecepatan rana)
Kamera punya shutter (rana), yang berfungsi untuk menghentikan cahaya dalam mencapai sensor. Saat melakukan pemotretan, rana akan terbuka dan membiarkan cahaya masuk ke sensor. Durasi waktu rana tetap terbuka disebut kecepatan rana.
Kecepatan rana biasanya diukur dalam hitungan detik atau sepersekian detik. Kecepatan rana yang lebih cepat seperti 1/100 akan membekukan pemandangan, dapat mengambil objek yang bergerak cepat dengan lebih jelas. Kecepatan rana yang lebih lambat, misalnya 30 detik akan mencerahkan gambar, tetapi dapat membuat gerakan yang kabur (motion blur). Kamu dapat memanfaatkan kecepatan rana yang lambat untuk memotret lalu lintas malam di perkotaan atau mengambil foto bintang-bintang.

ISO
ISO adalah sensitivitas sensor terhadap cahaya. ISO yang lebih rendah membuat sensor kurang sensitif terhadap cahaya. Ini biasa digunakan di tempat dengan kondisi yang berlimpah. ISO yang lebih tinggi membuat sensor lebih sensitif terhadap cahaya, sehingga kamu bisa memotret di lingkungan yang lebih gelap.
ISO diukur dalam angka. Biasanya menggunakan ISO 100, 200, 400, 800, 1600 dan seterusnya (nilainya dua kali lipat). Misal digunakan ISO 400, ini setengah kali lebih sensitif cahaya dibandingkan ISO 800, dan dua kali lebih sensitif dibandingkan ISO 200.

Exposure Compensation
Exposure Compensation merupakan salah satu menu yang dihadirkan pada kamera sebagai media untuk menyesuaikan gelap terangnya foto ketika dibidik. Exposure Compensation sendiri akan lebih mengutamakan pengaturan pada titik gelap terang suatu foto.
Exposure Compensation biasanya diukur dengan f-stops seperti: -2.0, -1.0, -0.3, 0.0, +0.3, +0.7, +1.0, +2.0. Dalam hal ini, -1.0 artinya satu stop lebih sedikit, foto menjadi lebih gelap. Sedangkan +1.0 artinya satu stop lebih banyak, foto menjadi lebih terang.

White Balance (Keseimbangan Putih)
Keseimbangan putih mengacu pada efek suhu warna pada foto. Sumber cahaya yang berbeda memancarkan suhu warna yang bervariasi, berkisar dalam spektrum antara oranye dan biru.
Suhu warna diukur dalam kelvin (K), contohnya:
  • Candlelight: 1.000-2.000K
  • Tungsten bulb: 2.500-3.500K
  • Sunrise/sunset: 3.000-4.000K
  • Fluorescent light: 4.000-5.000K
  • Flash/direct sunlight: 5.000-6.500K
  • Cloudy sky: 6.500-8.000K
  • Heavy clouds: 9.000-10.000K

No comments:

Post a comment