Naskah Drama: PINOKIO Terbaru Terviral

Naskah Drama: PINOKIO

Selamat jumpa kembali dengan saya, Seni Budaya bersama Ubet Zubaidi. Hari ini kita akan mempelajari bagaimana cara untuk mengadaptasi naskah drama/lakon/teater. Silakan cermati naskah berikut, lalu tulis adaptasinya di buku tulismu masing-masing. Jika ada kesulitan, silakan hubungi saya.

Naskah Drama Pinokio

PINOKIO
Oleh: Agatha Natalia K dkk (dari Blog)

Narator       : Pada suatu hari hiduplah seorang tukang kayu bernama Geppetto .
Geppetto     : Saya merasa sangat kesepian  Tak ada seorangpun untuk menemaniku berbincang-bincang  Saya ingin membuat sesuatu yang belum pernah saya buat .
Narator       : Saat itu juga dia melihat sepotong kayu dan mulai membuat bonea kayu.
Geppetto     : Oh sungguh indah ini. Aku ingin kau menjadi kenyataan. Menjadi seorang anak laki laki. Aku ingin punya seorang anak laki laki. Kamu akan kuberi nama Pinokio
Narator       : Pada malam harinya saat Geppetto tertidur. Datanglah Peri Biru masuk ke dalam rumahnya. Dia mulai mengerjakan dan menyelesaikan boneka kayu itu sambil berkata.
Peri             : Pinokio ! jadilah kenyataan dan hidup.
  Kamu sungguh indah dan dengan kekuatan tongkat wasiatku, aku akan membuat mu hidup.
Narator       : Dan... Tiba tiba boneka kayu itu membuka matanya dan berjalan perlahan... dan kekuatan tongkat wasiat itu masuk ke dalam tubuhnya.
Peri             : Ingat Pinokio. Suatu ketika jika engkau berkata bohong maka hidungmu dan telingamu akan menjadi panjang dan jika engkau berkata benar, engkau akan menjadi manusia sesungguhnya.

#TugasEnteng

Narator       : Ketika saat paginya dimana Geppetto baru bangun dari tidurnya, ada seorang yang memanggilnya.
Pinokio         : Ayah... Ayah...
Geppetto     : Siapa yang memanggilku ?
Pinokio         : Aku ... Pinokio. Janganlah engkau takut padaku.
Geppetto     : Apakah aku bermimpi? Akhirnya aku mempunyai seorang anak laki laki.
Narator       : Beberapa hari kemudian Geppetto mulai mendaftaran Pinokio untuk bersekolah.
Geppetto     : Pinokio, engkau harus pergi ke sekolah.
Pinokio         : Tetapi... ayah .... aku hanya selalu ingin bersamamu.
Geppetto     : Tidak Pinokio..., dengarkan ayah dahulu.
   Aku ingin engkau menjadi anak laki laki yang pandai.
Pinokio         : Baiklah ayah. Aku akan pergi ke sekolah.
  Aku akan belajar dengan baik dan dapat membantumu bekerja serta mendapat uang.
Narator       : Pada suatu hari saat Pinokio akan berangkat ke sekolah dia melihat rombangan boneka panggung. Pinokio kemudian berubah pikiran untuk tidak pergi ke sekolah, dia ingin melihat pementasan boneka panggung. Akhirnya dia pulang ke rumah. Dalam perjalan pulang dia bertemu dengan peri biru.
Peri             : Tidakkah engkau ingat bahwa engkau harus dan akan pergi ke sekolah.
Pinokio         : Ya, saya ingat ibu peri.
Narator       : Dan tiba-tiba telinga dan hidungnya mulai memanjang. Sekarang dia mempunyai telinga seperti keledai.
Peri             : Pinokio, kamu tidak mau mendengarkan perkataanku.
Pinokio         : Iya ibu peri.
Narator       : Dan hidungnya pun mulai tumbuh memanjang.
Pinokio         : uh.. uh.. maafkan aku menyesal.
  Aku tidak pergi ke sekolah.
  Aku membolos ke sekolah.

#TugasEnteng

Narator       : Dan tiba-tiba hidung dan telinganya kembali seperti semula.
Peri             : Cepat, pulanglah ke rumah.
Pinokio         : Baiklah, ibu peri.
Narator       : Akhirnya Pinokio pulang ke rumah, tetapi Pak Geppetto tidak ada di rumah. Dia mencari ayahnya kemana-mana,dan... ketika dia melihat ke pantai dilihatnya ayahnya ada di dalam perahu kecil untuk berlayar. Tetapi tiba-tiba ada ikan paus besar dan memakan ayahnya beserta perahunya.
Pinokio         : Ayah... aku akan menolongmu.
Narator       : Pinokio segera melompat ke dalam laut. Kemudian ikan paus besar itu memakannya juga.
Pinokio         : Kita harus keluar dari sini. Aku akan membuat api sehingga paus akan membuka mulutnya.
Narator       : Dan mereka pun melaukan. Ketika mereka keluar dari mulut paus, mereka berenang menuju tepi laut. Maka peri biru muncul.
Peri             : Geppetto. Impianmu akan terwujud.
Narator       : Dan Peri Biru menyentuh Pinokio dengan tongkat sihirnya.
Pinokio         : Lihat ayah ! aku seorang anak laki-laki yang nyata.

No comments:

Post a Comment